Selasa, 06 Agustus 2013

kasyful gummah



Atas nama allah yang maha pengasih yang maha penyayang
Segala pujian hanya milik Allah yang menjadikan syari’at yang suci laksana lautan yang darinyalah seluruh lautan ilmu dan argument, memberlakukan kolom-kolomnya di atas permukaan daratan hati hingga hati yang keras dan beku meleleh karenanya.
Memberikan karunia pada hamba-hambaNya yang ikhlas yang Dia kehendaki dengan kemuliaan atas sumber syari’at dengan seluruh khabar dan bekasnya yang tersebar diseluruh negri.
hingga setelahnya disaksikan oleh seluruh hadisnya dalam pusatnya, tibalah syari’at yang luas serta mencakup pada seluruh susunan islam, iman dan ihsan , yang tak ada kesulitan tak ada kesempitan di dalamnya bagi siapapun dari kalangan muslim dan yang menyaksikan (kesulitan dan kesempitan) itu di dalamnya maka kesaksiannya itu palsu dan dusta.
Karena allah swt berfirman, “dan dia tidak menjadikan satu kesulitanpun dalam agama atas kalian” dan yang mengaku ada kesulitan dalam al qur’an maka ia telah mendustakan al qur’an, karena syari’at itu laksana pohon besar yang rindang sedangkan pendapat para ulama laksana cabang dan ranting.
Dan setiap yang yang menyaksikan kontradiksi dalam khabar-khabarnya atau kesalahan dalam pendapat-pendapat ulamanya maka hal itu hanyalah karena kekurangannya dari derajat kemakrifatan, karena syari’at datang berdasarkan dua tingkatan yang ringan dan yang berat dan masing-masing dari keduanya ada pakar-pakar yang tidak berada pada satu tingkatan lainnya sebagaimana penjelasan yang sebentar lagi tiba dalam timbangan.
Dan barang siapa merasa kesulitan mengkompromikan dua hadis darinya atau dua pendapat dari pendapat ulamanya maka jadikanlah kecenderungan pada kehati-hatian dari keduanya berada pada tingkatan yang pertama ada kecenderungan pada keringanan berada pada tingkatan yang bersebrangan dengan yang utama dengan menelaah berdasarkan pemberian al furqan yang telah kami katakan.
Aku memujinya dengan pujian yang كرع dari lautan syari’at hingga karenanya tubuh dan hati شيع  dan روى.
Saya berterimakasih padaNya dengan syukurnya orang yang mengetahui syari’at yang sempurna, Muhamad saw maka aku diam saat aku menjelaskannya dan tak sedikitpun menambahnya baik dari cara ketersingkafan dan istihsan.
Karena dua cara ini sekalipun memberi keringanan dalam amal dengan hasil dari keduanya maka tidak ada keterpeliharaan dan kesentosaan di dalamnya.
Saya sampaikan salam padanya dengan salamnya orang yang diberi karunia oleh Allah dengan kebaikan sangkaan pada para imam dan pengikutnya dan menegakan dalil serta argumen pada pendapat mereka.
www.scribd.com