Atas
nama allah yang maha pengasih yang maha penyayang
Segala
pujian hanya milik Allah yang menjadikan syari’at yang suci laksana lautan yang
darinyalah seluruh lautan ilmu dan argument, memberlakukan kolom-kolomnya di
atas permukaan daratan hati hingga hati yang keras dan beku meleleh karenanya.
Memberikan
karunia pada hamba-hambaNya yang ikhlas yang Dia kehendaki dengan kemuliaan
atas sumber syari’at dengan seluruh khabar dan bekasnya yang tersebar diseluruh
negri.
hingga
setelahnya disaksikan oleh seluruh hadisnya dalam pusatnya, tibalah syari’at
yang luas serta mencakup pada seluruh susunan islam, iman dan ihsan , yang tak
ada kesulitan tak ada kesempitan di dalamnya bagi siapapun dari kalangan muslim
dan yang menyaksikan (kesulitan dan kesempitan) itu di dalamnya maka kesaksiannya
itu palsu dan dusta.
Karena
allah swt berfirman, “dan dia tidak menjadikan satu kesulitanpun dalam agama
atas kalian” dan yang mengaku ada kesulitan dalam al qur’an maka ia telah
mendustakan al qur’an, karena syari’at itu laksana pohon besar yang rindang
sedangkan pendapat para ulama laksana cabang dan ranting.
Dan
setiap yang yang menyaksikan kontradiksi dalam khabar-khabarnya atau kesalahan
dalam pendapat-pendapat ulamanya maka hal itu hanyalah karena kekurangannya
dari derajat kemakrifatan, karena syari’at datang berdasarkan dua tingkatan
yang ringan dan yang berat dan masing-masing dari keduanya ada pakar-pakar yang
tidak berada pada satu tingkatan lainnya sebagaimana penjelasan yang sebentar
lagi tiba dalam timbangan.
Dan
barang siapa merasa kesulitan mengkompromikan dua hadis darinya atau dua
pendapat dari pendapat ulamanya maka jadikanlah kecenderungan pada
kehati-hatian dari keduanya berada pada tingkatan yang pertama ada
kecenderungan pada keringanan berada pada tingkatan yang bersebrangan dengan
yang utama dengan menelaah berdasarkan pemberian al furqan yang telah kami
katakan.
Aku
memujinya dengan pujian yang كرع dari lautan
syari’at hingga karenanya tubuh dan hati شيع dan روى.
Saya
berterimakasih padaNya dengan syukurnya orang yang mengetahui syari’at yang
sempurna, Muhamad saw maka aku diam saat aku menjelaskannya dan tak sedikitpun
menambahnya baik dari cara ketersingkafan dan istihsan.
Karena
dua cara ini sekalipun memberi keringanan dalam amal dengan hasil dari keduanya
maka tidak ada keterpeliharaan dan kesentosaan di dalamnya.
Saya
sampaikan salam padanya dengan salamnya orang yang diberi karunia oleh Allah
dengan kebaikan sangkaan pada para imam dan pengikutnya dan menegakan dalil
serta argumen pada pendapat mereka.
www.scribd.com